Di ICDS 50, Hotel Tugu Malang Hadirkan Romantisme 'Romeo-Juliet' Versi Jawa

KOTA MALANG – Perayaan hari kasih sayang Valentine’s Day seolah memberikan waktu untuk mengenali kisah-kisah legenda yang ada di dalam negeri, dari negara tetangga, maupun perayaan klasik khas Valentine ala internasional.

Dalam momen ini, Hotel Tugu Malang menghidupkan kembali seni, jiwa, dan romansa Indonesia. Pada malam budaya ‘Indonesia’s Cultural Dining Series’ ke-50 yang jatuh sehari setelah hari kasih sayang tepatnya tanggal 15 Februari 2020.

Hotel Tugu Malang bekerjasama dengan Cakra Baruna Art Studio yang menaungi seniman-seniman muda akan menampilkan pertunjukan sendratari kisah romansa Jawa. Yaitu cerita Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji yang disajikan dalam kesatuan tari, musik tradisional, pewayangan, dan lainnya.

Dalam pengalaman bersantap ini tamu dapat menikmati berbagai pilihan makanan nusantara dari restoran Melati seperti, beragam pilhan Nasi Rawon, Nasi Buk, Rendang Padang, Tugu Risjtaffel dan masih banyak lagi.

Pertunjukan ini akan diadakan di Tirtagangga, Hotel Tugu Malang. Ruang perjamuan yang sangat elegan dan eksotis ini terinspirasi oleh sejarah dari India, Arab, Cina dan Mongolia Silk and Spice Roads.

“Dalam pengalaman bersantap ini tamu dapat menikmati berbagai pilihan makanan nusantara dari restoran Melati seperti, beragam pilihan dinner mewah,” kata Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardana.

Sambil menikmati Nasi Rawon, Nasi Buk, Rendang Padang, bahkan Tugu Risjtaffel, tamu pun akan dibius dengan penampilan seni. Yang berkisah tentang Kerajaan Janggala dan kerajaan Panjalu yang dulunya merupakan satu kerajaan besar bernama Kahuripan.

Dalam pertunjukan penampilan tari dan musik pum akan diiringi beberapa tembang Jawa yang mengusung tema romantis seperti Asmarandana. Memiliki arti cinta yang membara, tembang ini diambil dari kata asmara yang berarti cinta dan kata dahana yang berarti api.

Juga ada tembang Dhandanggula yang merupakan tembang harapan-harapan manis dik ehidupan. Karo Kusumapun dinyanyikan, dan tembang Jawa lainya yang akan dibawakan secara live dengan alunan musik gamelan.

Anda dijamin akan terhipnotis kisah cinta pengorbanan dua insan kerajaan Jawa tersebut. Demi mempersatukan kembali kedua kerajaan, Raja Jayantaka Tunggadewa (Janggala) dan Raja Jayawarsa Tunggadewa (Panjalu) sepakat untuk menikahkan anak-anak mereka yaitu, Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji.

Namun tanpa sepengetahuan Raja Jayantaka, anaknya yaitu Panji Asmoro Bangun diam-diam menikahi Dewi Anggraeni, seorang wanita dari kalangan rakyat biasa.

Kabar ini terdengar oleh Raja Jayawarsa. Tidak ingin anaknya mendengar hal ini, sang raja memerintahkan seseorang untuk membunuh istri dari Panji Asmoro Bangun. Namun sayangnya kabar pernikahan tersebut sudah terlanjur terdengar oleh putrinya.

Karena takdir Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji telah ditentukan oleh dewata untuk bersama, maka dalam pencariannya mereka dipertemukan kembali. Pernikahan mereka berhasil menyatukan kedua kerajaan dan berakhir bahagia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Hotel Tugu Malang
Penyunting: Fia