Jaranan, Barongan hingga Celeng Pukau Tamu Indonesia Cultural Dining Series ke 42 Hotel Tugu Malang - Radar Malang Online

KOTA MALANG – Pertarungan antara kebaikan dengan keburukan dikemas dalam tarian jaranan yang tersaji secara apik di Indonesia’s Cultural Dining Series (ICDS) ke 42 di Tirta Gangga Room Hotel Tugu Malang. Jaranan, celeng (babi hutan) dan barongan menampilkan seni gerak yang atraktif di hadapan para tamu makan malam Hotel Tugu Malang semalam (16/6).

Dramatari berjudul Brastho Durjono yang ditampilkan dalam durasi sekitar 1 jam itu memukau para tamu ICDS ke 42. Dibuka dengan Hasungkoro (berdoa), ibu pertiwi bersama seluruh karakter yaitu jaranan, celeng dan barongan memanjatkan doa kepada Sang Pencipta.

“Tarian jaranan ini merupakan salah satu bentuk ekspresi rasa syukur kepada pencipta, karena itulah selalu diawali dengan doa,” jelas Wakil Ketua Ginaris Art, Annisa Karina Maharani yang malam kemarin membawakan karakter Ibu Pertiwi.

Racikan tarian kolaboasi antara gerak singet, labas hingga kecak terasi secara harmonis dan ampuh membuat para tamu ICDS mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen tersebut.

Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardhana menjelaskan, hotel yang berada di jantung kota Malang dan pemegang penghargaan Certificate of Excellence selama delapan tahun berturut-turut itu memang berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kekayaan seni budaya Indonesia melalui ICDS.

“Hal itu diwujudkan dengan pertunjukan seni yang variatif sebulan sekali bertajuk ICDS. Ragam seni yang ditampilkan cukup banyak, mulai tari topeng, musik tradisional, ludruk, pertunjukan wayang dan masih banyak lagi,” terang Ochi, sapaan akrabnya.

Pertunjukan nan eksotis itu juga dibarengi dengan ragam pilihan menu menggugah selera dari Resto Melati Hotel Tugu Malang. Ochi mengatakan, varian menu tersedia dari berbagai tema, mulai dari oriental, tradisional, hingga western.

Penyunting: Fia
Foto: Fia