Romantisme di Balik Festival Kue Bulan Daratan China

MALANG – Mid Autumn Festival atau festival Kue Bulan menjadi event rutin yang dihadirkan Hotel Tugu Kota Malang. Bukan tanpa alasan jika festival budaya dari daratan China ini ini menjadi perayaan tahunan di hotel yang berada di pusat Kota Malang itu.

Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardhana menjelaskan, mid autumn festival merupakan momen yang selalu dinantikan di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa. Tradisi yang telah dikenal sejak 2170 SM ini bermula dari tradisi para Raja-raja Cina terdahulu yang melakukan ritual sembahyang pada musim semi dan musim gugur.

“Menjadi salah satu perayaan paling penting dalam budaya Cina, festival ini selalu dirayakan dalam keluarga sebagai momen syukur untuk panen dan meminta hal-hal yang baik,” terangnya.

Perayaan Mooncake festival ini juga sangat dekat dengan legenda tentang Dewi Bulan bernama Chang Er. Banyak versi yang menceritakan tentang kisah sang dewi. Salah satunya adalah kisah sang Dewi Bulan dan kekasihnya yang bernama Huo Yi. Konon, Huo Yi berhasil memanah tujuh dari delapan matahari yang ada di langit. Keberadaan delapan matahari itu membuat bumi sangat panas, sehingga menyebabkan kekeringan dan kelaparan.

Untungnya, Huo Yi berhasil memanah tujuh matahari, dan hanya menyisakan satu. Keberhasilan Huo Yi membuat Raja yang berkuasa kala itu menghadiahinya pil umur panjang. Karena dipuji berlebihan, Huo Yi menjadi sombong. Kesombongan Huo Yi ternyata membuat sang istri, Chang Er menjadi sangat sedih.

Kesedihan Chang Er menggiringnya untuk memilih menelan pil panjang umur milik suaminya. Karena menelan obat itu, perlahan tubuh Chang Er terangkat ke bulan dan mendapat kehidupan abadi sebagai Dewi Bulan.
Mengetahui hal itu, Huo Yi menyesali kesombongannya, namun tak bisa mengubah keadaan. Untuk mengobati kerinduannya pada Chang Er, setiap tanggal 15 di bulan 8 kalender China, Huo Yi akan menunggu Chang Er menampakkan diri saat bulan purnama. Sembari menunggu, Huo Yi selalu duduk sambil menikmati secangkir teh dan kue.

Sementara, versi lain menyebutkan perayaan festival kue bulan merupakan bentuk penghormatan petani kepada Dewi Bulan karena dianugerahi panen yang melimpah. Sebagai wujud syukur, para petani membuat kue bulat dengan bermacam isi, dengan permukaan kue berukir tulisan China. Kue inilah yang dikenal dengan kue bulan atau mooncake.

Kue ini dipersembahkan untuk memeriahkan pesta, atau saat berkumpul bersama keluarga sambil meneguk teh China yang pahit. Mooncake juga kerap dihadirkan dalam perayaan rutin tahunan sebagai penanda akhir musim panen dan rasa syukur kepada Dewi Bulan.

Menandai Festival Kue Bulan, kali ini Und Corner Hotel Tugu Malang menyediakan ragam varian mooncake, yang bisa didapatkan selama bulan September 2019, sebagai hantaran untuk kolega dan kerabat sambil diiringi harapan yang baik.

Untuk pemesanan bisa menghubungi Meme; 0341-363891/366951 / 083848569034.

Foto: istimewa
Penyunting: Fia