Sambut 105 Tahun Kota Malang, Hotel Tugu Malang Pamerkan Batik Peranakan - Radar Malang Online

KOTA MALANG – Batik menjadi kekayaan budaya luhur nusantara. Lahir sejak lama, batik pun mengalami akulturasi budaya, termasuk dengan keindahan seni daratan Cina. Sejak tahun 1800, Peranakan (perkawinan antara warga pribumi dengan etnis Tionghoa) telah memperkaya teknik dan motif batik Indonesia.

Batik Peranakan Tionghoa dikenal melalui ciri khas warna cerah dan motif feminin yang elegan dengan sentuhan oriental baik dari segi warna maupun motifnya.

Pada masa itu Pekalongan, Lasem dan Solo merupakan pusat batik terkenal, daerah tersebut telah melahirkan banyak seniman batik tulis dengan ragam bentuk corak dan warna.

Bersamaan dengan menyambut ulang tahun Kota Malang yang ke 105,Shanghai Noon Boutique Hotel Tugu Malang menyelenggarakan pameran batik dan perhiasan bertemakan The Beauty of Peranakan Style dari tanggal 3 sampai 7 April mendatang.  

Dengan tema tersebut Hotel Tugu Malang ingin menunjukan keharmonisan akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa.

Beberapa karya dari Liem Ping Wie, Phoa Tjong Nio, dan Tjoa Siang Swie akan mengisi acara pameran di Tirta Gangga Hotel Tugu Malang dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam.

Pameran kali ini menjadi sangat istimewa, karena Shanghai Noon Boutique Hotel tugu Malang menghadirkan koleksi selop dari Baba Handmade yang designnya terinspirasi dari budaya peranakan.

“Yang membuat koleksi ini unik adalah waktu yang cukup lama dalam pembuatannya. Demi menciptakan sebuah masterpice untuk sebuah sepatu berbahan manik – manik. Baba Handmade membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga sebulan. Dikerjakan oleh tangan-tangan mahir para pengrajin dan bahan bordir yang digunakan sangat berkualitas tinggi,” jelas Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardana kepada radarmalang.id.

Koleksi Baba Handmade akan semakin cantik bila dipadukan dengan kebaya encim warna warni koleksi dari Rumah Kebaya. Tentunya semakin serasi dengan koleksi perhisan milik Shanghai Noon Boutique dengan tema senada. Perpaduan tersebut sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai suasana.

Karya-karya indah di atas akan menjadi sangat elegan dipadukan dengan batik Tionghoa peranakan – Pekalongan, dengan beraneka motif; bunga Seruni yang memiliki keanggunan dan kesejahteraan, burung Hong yang berarti Ratu yang menampilkan keanggunan, kelembutan dan sifat Yin.

Tak kalah menarik, batik peranakan Tionghoa Lasem terkenal dengan warna merah darah ayamnya yang hanya terdapat di kota Lasem juga bisa ditemui di pameran baik kali ini.

Selain warna, motif Lokcan, burung Hong, Kilin, Liong dan tulisan keberuntungan dapat dijumpai pada batik Lasem. Di Solo, batik 3 Negeri karya Tjoa Siang Swie terkenal akan proses pembuatanya yang istimewa. Proses pewarnaan yang diproses di kota yang berbeda.

Terdapat empat Pengrajin batik dari 3 kota yaitu Pekalongan, Lasem dan Solo akan berpartisipasi dalam pameran ini. Juga beberapa designer perhiasan dan merchandise akan melengkapi Pameran yang akan berlangsung di Hotel Tugu Malang.

Foto: Hotel Tugu Malang for Radar Malang
Penyunting : Fia